Chelsea sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Mereka sampai sekarang adalah sebuah tim dengan riwayat emas di masa lalu. The Blues dikenal luas berkat kemampuan merkea dalam menghancurkan harapan lawan-lawannya. Tapi musim ini mengisahkan cerita yang sama sekali berbeda. Kemampuan mereka tidak banyak membantu untuk menggapai harapan besar yang mereka tetapkan di awal musim. Perubahan mau tidak mau harus terjadi. Ada banyak transformasi yang sudah direncanakan The Blues demi mendapat hasil yang jauh lebih baik di musim yang baru. Sebagai bagian dari rencana ini, mereka kemudian menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih. Tapi publik dibuat terkejut ketika The Blues siap untuk mengambil langkah gugatan hukum seandainya Manchester City berencana untuk menarik Enzo Maresca sebagai pelatih baru mereka. Apa yang sebenarnya terjadi?
Chelsea Rencanakan Gugatan Hukum
The Blues berencana untuk mengambil langkah mereka setelah mempelajari rencana yang dibuat oleh Manchester City. Tim yang baru saja mengumumkan penunjukan Xabi Alonso sebagaih pelatih ini berencana ntuk mengajukan somasi terhadap Manchester City. Langkah ini akan mereka tempuh seandainya saja tim yang sampai sekarang dikomandoi oleh Pep Guardiola ini resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatihnya yang baru.
Dari beberapa waktu yang lalu, kabar tentang gejolak internal Manchester City sebenarnya sudah mulai berhembus. Kinerjanya yang merosot pada musim ini ditengarai menjadi salah satu penyebab yang membuat pelatih Catalan ini akhirnya mengambil sikap untuk segera berhenti dari Manchester City. Setelah beberapa waktu berlalu, mulai terang kalau dia mempertimbangkan untuk mengambil langkah ini setelah musim yang sekarang berakhir.
Jadi Kandidat Pelatih Manchester City
Beberapa pertandingan tersisa menjadi pertandingan penuh arti bagi Pep Guardiola. Sempat berharap kalau langkah Arsenal akan terhenti, Guadiola berharap besar dalam pertandingan mereka melawan Bournemouth. Seharusnya pertandingan ini menjadi kunci mereka untuk sekali lagi memastikan The Gunners akan tetap menjadi yang kedua. Tapi kalah dari Bournemouth membuat semua kisah ini berubah total. Kalah dari Bournemouth, tim yang dari hampir semua aspek terpisah jauh dari mereka, membuat publik langsung kecewa. Banyak orang langsung kembali mengungkit topik kalau mungkin benar musim sekarang akan menjadi yang terakhir bagi mereka untuk melihat pelatih ini bertugas.
Rumor ini semakin kencang berhembus ketika mulai ramai diberitakan sikap Manchester City. Sampai sekarang mereka memang belum memberikan pengumuman resmi dalam bentuk apapun. Tapi dari beberapa selentingan tampaknya mereka sudah mulai mencari nama yang dikira layak untuk meneruskan Guardiola. Ada beberapa nama yang dipertimbangkan petinggi di Mancehster City. Tapi yang jelas nama Enzo Maresca paling dominan muncul sebagai kandidat terkuat untuk menjadi pelatih baru mereka. Kalau benar, maka penunjukan ini akan memulai fase baru dalam perjalanannya sebagai pelatih. Sampai saat ini, pria kelahiran Italia ini masih berstatus bebas. Dia masih belum mendapatkan pekerjaan sebagai pelatih di tim senior setelah sepakat untuk meninggalkan Chelsea. Keputusan bersama ini mereka ambil di sekitar awal tahun ini, menandai akhir perjalanannya di Chelsea yang penuh kontroversi.
Alasan Chelsea Siap Ajukan Gugatan Hukum
Kabar tentang kemunculan nama Enzo Maresca sebagai kandidat pelatih di Manchester City rupanya tidak selamanya disambut dengan baik. Ketika kabar ini sampai ke telinga para pemain, penggemar, sampai jajaran Stamford Bridge, muncul rasa kecewa apalagi seandainya betul mantan pelatih mereka menjadi pengatur strategi baru di Manchester City.
Kepergiannya dari Stamford Bridge terjadi ketika The Blues tak bisa menunjukkan kinerja yang diharapkan. Dia berhenti dari posnya sebagai pelatih disana hanya beberapa minggu setelah dirumorkan kalau dia akan segera kembali ke Manchester City. Memang nama Maresca dan Manchester City bukan lagi kisah yang baru. Dua nama ini sempat terjalin dalam sebuah relasi profesiona. Disana, mantan pelatih The Blues ini pernah bertugas sebagai staf ruang ganti Pep Guardiola.
Bagi Chelsea, mereka punya alasan untuk merasa khawatir tentang aksi Manchester City. Mereka khawatir kalau mantan pelatihnya ini akan mengungkap beberapa informasi yang seharusnya rahasia tentang keputusan bersama untuk meninggalkan klub. Mereka juga khawatir kalau mantan pelatihnya ini akan mengungkap beberapa informasi termasuk dengan perselisihan pendapat yang sempat melibatkan dirinya dengan beberapa anggota petinggi klub.
Walau demikian, seharusnya kabar tentang penunjukan ini seharusnya bukan kabar baru bagi mereka. Beberapa media di Inggris menyebut kalau sebenarnya Maresca sudah memberikan informasi ini di awal. DIa sudah memberikan informasi kepada para petinggi di Stamford Bridge kalau memang ada pembicaraan dengan Manchester City. Kabar ini dia sampaikan kepada mereka sebelum mengambil langkah untuk menjauh dari Stamford Bridge. Untuk The Blues, seandainya saja mereka memilih untuk melanjutkan aksi mengirim somasi tadi, mereka harus memikirkan langkah ini matang-matang. Langkah seperti ini akan mengharuskan mereka untuk mengajukan keluhan resmi kepada Liga Primer Inggris.
Dari pandangan publik, tidak ada yang tahu pasti alasan atau yang sebenarnya terjadi di balik layar selama berminggu-minggu sebelum akhirnya Chelsea memutuskan untuk berpisah dengan Maresca. Tapi yang dipahami publik waktu itu adalah dia menjadi salah satu kandiat untuk menjadi pelatih di Manchester City. Waktu itu ada persepsi yang menyebut kalau penawaran dari Manchester City ini mungkin yang membuat posisinya di The Blues goyah. Hal ini kemudian membuat orang bertanya-tanya. Apakah langkah dari Manchester City ini yang kemudian membuat The Blues tidak yakin untuk mempertahankan pelatihnya atau mungkin mereka ingin mengejar keuntungan tertentu seandainya tranfer ini berjalan?
Situasi yang waktu itu terjadi dapat dipandang lewat berbagia cara. Tapi petinggi THe Bleus biasanya akan memperjuangkan pendirian mereka kalau memang jelas Maresca menjadi kandidat teratas untuk menjadi penerus Pep Guardiola. Sekarang yang tejradi berikutnya akan diamati oleh publik. Tapi ada pandangan kalau mungkin semuanya ini cukup dipandang sebagai hal wajar yang terjadi dalam sepakbola. Dalam industri ini, wajar untuk melihat pelatih berpindah dari satu klub ke klub yang lain. Dengan kata lain, sangat jarang untuk melihat seorang pelatih yang berasal dari 6 peringkat teratas di Liga Primer Inggris memilih untuk meninggalkan timnya dan kemudian bergabung dengan tim rival hanya berselang kurang dari 6 bulan setelah meninggalkan tim lamanya.