Piala Dunia 2026 menjadi ajang sepakbola yang sangat dinantikan di seluruh dunia. Alasannya tidak hanya karena turnamen ini kembali hadir setelah terakhir kali diselenggarakan di Qatar pada tahun 2022 yang lewat. Tapi turnamen ini juga sangat dinanti karena FIFA sebagai induk olahraga sepakbola global sekaligus penyelenggara kegiatan ini menerapkan beberapa perubahan yang mulai berlaku dari perhelatan Piala Dunia pada tahun ini. Mulai dari perubahan skema turnamen yang sekarang melibatkan 48 negara sampai aturan yang menyangkut wasit. Lalu, perubahan apa saja tentang wasit yang baru berlaku mulai tahun ini?
Perubahan Besar di Piala Dunia 2026
Kejuaraan Piala Dunia 2026 akan menjadi kompetisi Piala Dunia terbesar di sepanjang sejarah sampai saat ini. Turnamen ini sudah meninggalkan format 32 negara peserta yang lama dan sekarang berganti menjadi 48 negara. Turnamen ini juga menggunakan 104 pertandingan, lebih besar dari pelaksanaan sebelumnya. Tapi dari informasi 12Bet Indonesia, perubahan ini bukafn satu-satunya. Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) telah mengumumkan kalau mereka menerapkan serangkaian aturan yang baru untuk wasit yang memimpin pertandingan.
Dewan yang mengatur tentang aturan dalam pertandingan sepakbola ini telah menerapkan beberapa aturan baru. Aturan-aturan ini akan mulai dterapkan pada kompetisi teranyar sepakbola global. Berlangsung dari 11 Juni 2026 sampai 19 Juli 2026 yang akan datang, tiga negara menjadi tuan rumah sekaligus dari turnamen ini: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Rincian Perubahan Aturan Wasit di Piala Dunia 2026
Menurut informasi resmi yang dirilis IFAB, ada beberapa aturan baru yang berlaku mulai dari Piala Dunia 2026.
- Lemparan ke dalam: JIka seorang pemain memakan waktu lebih dari 5 detik terhitung sejak wasit memulai hitung mundur, kesempatan melempar bola akan dialihkan kepada tim lawan.
- Tendangan gool: Jika sepakan gol tidak dilakukan dalam 5 detik sejak wasit memulai hitung mundur, sepak pojok akan diberikan kepada tim lawan.
- Jeda minum: wasit akan memberikan jeda teknis selama 3 menit di setiap babak untuk para pemain bisa minum. Wasit akan menambahkan waktu ini ke jumlah waktu yang dihentikan.
- Pergantian pemain: Pemain akan memiliki 10 detik untuk meninggalkan lapangan setelah papan pergantian pemain diangkat. Jika aturan ini tidak diikuti, pemain pengganti tidak boleh masuk lapangan untuk 1 menit berikutnya dan tim harus bermain dengan 1 orang pemain lebih sedikit selama periode ini. Pemain yang dikurangi adalah pemain yang digantikan.
- Perawatan medis: Setiap pemain yang keluar lapangan untuk menerima perawatan dari tim medis harus menghabiskan paling tidak 1 menit di lapangan. Jika cedera disebabkan oleh pelanggaran yang berujung dengan kartu kuning atau merah bagi lawan, pemain tidak akan diwajibkan untuk menjalani peridoe ini di garis pinggir lapangan.
- VAR untuk sepak pojok: Wasit asisten video dapat melakukan intervensi dalamsituasi cepat jika wasit lapangan melakukan kesalahan dalam pemberian sepak pojok, tanpa wajib melakukan ulaan video. Tindakan ini tidak berlaku untuk tendangan ke gawang yang salah diberikan.
- VAR untuk kartu kuning kedua: Wasit asisten video dapat melakukan intervensi terhadap kasus kemungkinan kesalahan ketika pemain dikeluarkan setelah menerima kartu kuning kedua.
- Perhitungan ulang kartu kuning: Di Piala Dunia 2026 dan berikutnya, akumulasi kartu kuning akan dihitung ulang di akhir fase grup dan dimulai kembali setelah perempat final. Jika pemain menerima 2 kartu kuning sebelum salah satu titik ini, mereka wajib menjalani larangan bermain untuk 1 pertandingan.
- Pemain yang menemui staf pelatih: tim wasit akan melarang pemain pergi ke garis pinggir lapangan untuk menerima arahan dari pelatih saat penjaga gawang menerima perawatan medis.
- Pemain yang menutup mulut mereka selama melakukan konfrontasi: Pemain yang menutup mulut mereka dengan telapak tangan, tangan, atau kaus sambil melakukan konfrontasi verbal terhadap lawan akan langsung diberikan kartu merah.
- Intervensi VAR sebelum bola masuk lapangan: wasit asisten video dapat menyarankan ulasan video untuk kemungkinam pelanggaran yang terjadi sebelum bola memasuki lapangan dari pojok atau sepak pojok, seandainya wasit lapangan melewatkan pelanggaran.
Disetujui IFAB dan FIFA
Pada akhir bulan Februari yang lalu, FIFA dan IFAB menyetujui penerapan aturan wasit yang baru ini dalam pertemuan umum tahunan mereka. Aturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kecepatan dan dinamika pertandingan. Penerapan aturan baru ini berdampak pada tindakan pencegahan penghabisan waktu dan kuasa yang lebih besar untuk wasit asisten video sebagai beberapa dari aturan baru yang berlaku untuk Piala Dunia 2026 dan ajang serupa berikutnya.
Wasit lapangan sekarang dapat memulai hitung mundur untuk lemparan ke dalam, tendangan ke gawang, dan pergantian pemain. Kalau pemain melewati batas waktu sesuai aturan, sanksi akan berlaku. VAR juga akan memiliki kuasa untuk melakukan intervensi dengan lebih besar untuk memperbaiki kesalahan keputusan pemberian sepak pojok dan pengusiran pemain akibat pemberian kartu kuning kedua.
Tim wasit juga akan memiliki kuasa lebih besar atas tindakan penghentian waktu pertandingan taktis y ang disebabkan oleh cedera yang disebabkan penjaga gawang. Untuk mencegah kiper dari meminta perawatan medis dengan sengaja untuk menganggu waktu pertandingan atau memungkinkan pelatih untuk memberi arahan taktis, pemain akan dilarang untuk mendekati area teknis untuk berbicara dengan pelatih mereka sembari pertandingan dihentikan sementara untuk pemberian perawatan medis kepada kiper.
Pemain yang menutup mulut mereka selama terlibat dalam argumen dengan lawan akan bisa diberikan kartu merah langsung. Tindakan ini adalah dampak dari insiden di playoff Liga Champions. Dalam pertandingan antara Real Madrid dan Benfica, Gianluca Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan kaus sembari terlibat argumen dengan Vinicius Junior.
Pemain asal Brasil ini kemudian melaporkan isniden ini kepada wasit. Dia mengklaim mendapat sebutan ‘wasit’ dari Gianluca Prestianni. Setelah melakukan investigasi, UEFA memutuskan pemain kelahiran Argentina ini dilarang bertanding selama 6 laga atas dakwaan pelanggaran homofobia. Walau demikian, dia menampik segala dakwaan yang diberikan kepadanya.
Aturan terakhir adalah seandainya wasit lapangan gagal menemukan kemungkinan pelanggaran dalam pertandingan yang melibatkan gol, penalti, atau tindakan disipliner yang terjadi sebelum bola masuk ke lapangan dair pojok atau sepak pojok, VAR akan bisa menyarankan ulasan video untuk menilai ulang insiden.
Piala Dunia 2026 yang Lebih Canggih
Selain dari perubahan aturan tentang wasit, Piala Dunia 2026 juga akan menerapkan 3 invoasi teknologi. Turnamen ini akan menerapkan sistem off-side semi otomatis canggih, platform kecerdasan buatan atau AI, dan kamera badan yang terpasang di setiap waasit. Teknologi offside semi otomatis (SAOT) sebnarnya sudah mulai digunakan pada turnamen sebelumnay di Qatar.
Tapi untuk tahun ini, FIFA berjanji akan menghadirkan pembaruan yang lebih besar. Penerapan teknologi ini dimaksudkan untuk mengurangi waktu yang diperlukan untuk memeriksa apakah seorang pemain melakukan onside atau offside hingga hitungan milidetik. Sebelumnya, SAOT hanya tersedia untuk wasit asisten video. Dari Piala Dunia 2026 dan berikutnya, wasit garis akan menerima peringatan audio selama pertandingan kalau dugaan offside yang jelas terdeteksi. Dalam skenario ini, asisten wasait akan mendengar peringatan ‘offside, ‘offside’.
Teknologi ini serupa dengan teknologi garis gawang. Di bawah pengawasan wasit utama, teknologi ini menentukan apakah bola telah melewati garis gawang. Seandainya situasi offside memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, wasit akan mendapat peringatan audio kalau pemeriksaan VAR diperlukan. Seperti yang bisa dilihat di Piala Dunia Antarklub dan Piala Interkontinental 2025, wasit akan dilengkapi dengan kamera badan. Rekaman dari pertandingan akan tersedia untuk siaran dan di kanal media sosial FIFA. AKhirnya, FIFA juga mengumumkan kalau mereka sedang di tahap akhir mengembangkan AI Sepakbola Pro. Teknologi ini mirip dengan ChatGPT. Platform ini akan tersedia untuk semua tim nasional. Teknologi ini akan memungkinkan timnas untuk menganalisa pemain dan mengevaluasi performa menggunakan kecerdasan buatan.