Klub Sepakbola Pemenang Terbanyak Liga Champions

Liga Champions UEFA sering dipandang sebagai kompetisi sepakbola tingkat klub yang paling prestisius di seluruh dunia. Banyak penggemar sepakbola dari seantero globe yang setia menantikan hadirnya turnamen ini. Sementara bagi penggemar dan tim sepakbola asal Eropa, turnamen ini menjadi kesempatan emas bagi mereka untuk secara praktis membangun reputasi sebagai salah satu tim sepakbola terkuat di dunia ini. Turnamen ini diketahui telah mulai berjalan pertama kali di benua biru sejak 1955 yang lalu.

Perjalanan Liga Champions

Total terdapat 24 tim berbeda yang mendapatkan kesempatan untuk bertarung dalam kejuaraan sepakbola paling elite untuk wilayah Eropa ini. Semuanya pada musim ini akan sama-sama bersaing untuk menantang dominasi Paris Saint-Germain. Tim asal Perancis ini memang menyandang status juara petahana setelah dinobatkan sebagai pemenang kompetisi musim 2024/25 silam.

Luis Enrique berhasil menjalankan tuasnya dengan cukup baik. Ia berhasil mengantarkan tim bergelar Les Parisiens ini mendapatkan kemenangan atas Inter Milan. Pertandingan di gelaran puncak turnamen ini semakin berarti setelah mereka berhasil mencetak 5 gol ke gawang lawannya dengan tidak ada satu pun gol berasal dari sisi seberang. Kemenangan ini semakin berarti setelah menjadi kemenangan pertama mereka di turnamen ini sejak pertama kalinya merkea bergabung. Mereka juga berhasil memenangkan 3 turnamen dalam 1 periode musim. Kini, jelang dimulainya musim yang baru, kami mencoba melihat sejarah turnamen ini untuk mencari tim atau klub sepakbola yang paling banyak membawa pulang trofi kejuaraan bergengsi ini.

Pemenang Terbanyak Liga Champions

Tim sepakbola yang paling banyak dinobatkan sebagai pemenang Liga Champions adalah Real madrid. Mereka terakhir berhasil mencapai status juara ini untuk ke-15 kaliya pada musim 2023/24 yang lalu. Waktu itu, 2 gol yang mereka cetak ke gawang Borussia Dortmund berhasil membuat wasit menganugerahkan kemenangan di turnamen ini bagi mereka.

Sebagai tm yang kerap dianggap sebagai rajanya Eropa, os Blancos berhasil menjuarai 15 dari 18 pertandingan final yang mereka jalani di turnamen ini, sebuah prestasi yang luar biasa dan sulit disandingi oleh tiim lain. Mereka juga berhasil menjuarai 6 kali Piala Eropa dan 9 Liga Para Juara. Mereka juga mencatatkan rekor kalah yang cukup rendah dengan 3 kali sejauh ini.

Los Blancos merupakan pemenang dari 5 kejuaraan pertama Piala Eropa antara tahun 1956 hingga 1960. Namun berikutnya merkea kalah dalam 2 dari 4 final mereka masing-masing terhadap Benfica yang terjadi di 1962 dan Inter Milan pada tahun 1964. Mereka kemudian merayakan kemenangan kembali pada tahun 1966 dan 1988. Ti,m yang sama juga berhasil menjuarai turnamen iis ebana 8 kali lagi sejak pergantian milenium baru.

Catatan Tim Lainnya

Tim berikutnya yang berhasil mencatatkan kemenangan terbanyak kedua di ajang Liga Champions adalah AC Milan. Mereka berhasil menjuarai turnamen ini pada total 7 musim. Kemenangan pertama mereka terjadi pada tahun 1963 yang lalu ketika mereka mengalahkan Benica dengan skor 2-1 di partai puncak. Tim asal Seri A ini juga merayakan kemenangan mereka masing-masing di tahun 1969 dan 1989 sebelum disusul pada tahun 1990, 1994 serta 2003 dan 2007. Terakhir kali mereka memenangkan kejuaraan ini adalah pada tahun 2007 yang lalu. Waktu itu, pertandingan dengan Liverpool berhasil mereka atasi dengan manis. Selisih 1 gol dengan keuntungan mereka membuat wasit kemudian mendaulat mereka sebagai pemenang kejuaraan ini. Menariknya, kemenangan ini juga mereka dapatkan ketika masih mengandalkan bantuan dari Carlo Ancelotti sebagai pengatur strategi.

Pada posisi berikutnya terdapat Liverpool. Meski menyandang status sebagai tim terbanyak ketiga yang berhasil menjuarai Liga Champions, tapi tim ini juga memiliki prestasi yang lain. Mereka adalah tim asal Inggris yang paling banyak menjuarai turnamen Piala Eropa atau Liga Champions di sepanjang sejarah. Berdasarkan catatan, ereka telah menyandang status juara pada turnamen ini di 6 musim terpisah. Renteta panjang kemenangan ini mereka awlai di tahun 1977 yang lalu. Ketika itu, mereka berhasil memetik kemenangan dari Borussia Monchengladbach dengan skor 3-1 di Roma. The Reds kemudian berhasil mempertahankan mahkota juara mereka di musim berikutnya. Mereka juga berhasil mengulanginya kembali pada tahun 1981 dan 1984, momen keemasan ketika mereka tampil dengan begitu dominan di benua ini. Mereka juga kembali berhasil menjuarai turnamen ini dua kali pada tahun 2005 dan 2019. Di kedua tahun ini, keberhasilan mereka tidak bisa dilepaskan dari strategi handal yang dracik oleh masing-masing Rafael Benitez dan pemain legendaris mereka, Jurgen Klopp.

Klub raksasa asal Jerman, Bayern Munich, menempati peringkat keempat. Mereka berhasil mencapai reputasi inis etelah berhasi mengumpulkan total 6 kali menang di kejuaraan ini. Prestasi ini sudah termasuk dengan 3 kemenangan mereka secara beruntun yang terjadi pada tahun 1974, 1975, dan 1976 yang lalu. Pada periode tersebut, satu kemenangan mereka dapatkan ketika masih dibina oleh Udo Lattek. Sementara 2 sisanya mereka dapatkan ketika sudah berada di bawah panduan dari Dettmar Cramer. Klub asal Bavaria, Jerman ini kemudian harus menunggu hingga pergantian milenium untuk bisa kembali menjawab rasa dahaga penggemar akan trofi ini. Tak main-main, mereka langsung melibas 3 musim saat kembali sebagai pemenang. Mereka mencatatkan kemenangan pertama di tahun 2001 sebelum kembali menang di 2013. Terakhir kali mereka menang adalah pada tahun 2020 yang lalu ketika mengalahkan Paris Saint Germain dengan skor 1-0.

Tim berikutnya yang juga mencatat kemenangan di kejuaraan Liga Champions adalah Barcelona. Tim ini berhasil mengoleksi 5 kali menang dalam kejuaraan ini sejak pertama kali bergabung. Kemenangan pertama mereka terjadi pada tahun 1992 ketika mereka sukses mengalahan Sampdoria. Skor 1-0 yang tercipta di babak perpanjangan waktu berhasil membuat mereka bangga menunjukkan trofi elite inikepda penggemarnya. Klub asal Catalan ini juga berhasil menang di tahun 2006. 2009, dilanjutkan dengan 2011. Sementara terakhir kali mereka tampil ke publik sebagai juara adalah pada tahun 2015 ketika Luis Enrique mengomandoi tim ini untuk mendapatkan kemenangan 301 atas Juventus pada laga final di Berlin.

Di peringkat berikutnya terdapat Ajax Amsterdam. Tim ini jauh lebih kuat di masa lalu, terutama di itahun 1970an. Pada periode ini, mereka berhasil memenangkan 3 kali kejuaraan Piala Eropa secara beruntun pada tahun 1971, 1972, hingga 1973. Kemenangan ini berhasil mereka dapatkan berkat strategi yang dipelajari dari Rinus Michels dan 2 musim lain dari Stefan Kovacs. Tim yang juga menjuarai Eredivisie sebanyak 36 kali ini belum pernah sekalipun menang Liga Champions sejak terakhir kali pada 1995 yang lalu. Waktu itu merkea berhasil menang usai meruntuhkan AC Milan dengan skor 1-0 di Vienna saat masih bersama Louis van Gaal.