Everton harus menghadapi masa-masa sulit. Tahun yang baru sepertinya tidak terlalu memihak mereka. Persiapan dan strategi yang mereka buat untuk menghadapi lawan-lawannya terbukti tidak terlalu efektif. Pertemuan terakhir mereka dengan Wolves menjadi bukti dari permainan tim ini yang masih belum optimal. Di akhir pertandingan, tidak ada yang bisa mereka lakukan selain pasrah melihat 3 poin yang harusnya bisa diambil ternyata harus dibagi sama rata. Hasil seri yang mereka dapatkan dari pertandingan ini juga menjadi bukti kalau tim ini juga berhadapan dengan masalah lain yang tidak kalah serius. Pemain yang mereka miliki saat ini masih belum cukup handal. Dalam situasi terpaksa, tim ini harus menimbang kembali pemain yang mereka miliki sekarang dan kembali masuk ke bursa untuk menemukan pemain dengan kemampuan yang lebih baik. Kondisi keuangan mereka akan menjadi kendala karena tim ini tidak punya sokongan finansial seperti yang dimiliki tim-tim besar.
Kegagalan Everton
Everton kehilangan peluang mereka untuk bisa menaikkan peringkat mereka sekarang. Tim ini awalnya mengincar untuk menempati salah satu dari peringkat atas di klasemen sekarang. Tapi setelah pertandingan mereka di hari Rabu yang lalu melawan Wolves, harapan ini semakin menjadi sia-sia. Tim ini hanya bisa membawa pulang 1 poin, jumlah yang sama yang diperoleh tim lawan mereka. Hasil ini tidak bisa mereka hindari setelah tim ini hanya berhasil mengakhiri pertandingan dengan mencetak 1 gol, jumlah yang sama seperti yang didapatkan oleh lawan mereka.
The Blue tampak di awal bisa mengendalikan pertandingan terutama di babak pertama di Stadion Hill Dickinson. Kendali atas pertandingan mulai mereka dapatkan setelah Michael Keane mencetak gol untuk mereka. Tapi pada akhirnya, tim ini gagal untuk memanfaatkan keuntungan yang sempat mereka dapatkan di awal. Perlawanan sengit yang dilakukan Wolves terbukti menjadi pengganjal bagi mereka untuk mendapat kemenangan.
Posisi Everton Sekarang
Skuad yang diasuh langsung oleh David Moyes ini telah berjuang untuk bisa bermain menyerang dengan konsisten dalma setiap pertandingan mereka. Mereka sudah berusaha keras untuk bisa meningkatkan kemampuan menyerang mereka terutama di musim ini. Aspek yang satu ini memang menjadi kritik dari banyak pengamat. Tim ini sudah menjalani 21 pertandingan dari awal musim di semua kompetisi. Tapi jumlah gol mereka masih cukup rendah. Tim ini hanya berhasil membawa pulang 23 gol dalam semua pertandingan ini.
Jumlah gol ini sudah pasti belum cukup. Dengan gol sebanyak ini, bersama dengan gol yang masuk ke gawang mereka, tim ini hanya bisa mendapat peringkat 12 untuk Liga Primer Inggris di musim ini. Tapi banyak pengamat yang memprediksi kalau sebenarnya tim ini punya potensi untuk menembus peringkat 10 besar dari kompetisi yang sama. Pertandingan yang dilangsungkan pada hari Rabu yang lalu memang menjadi PR serius bagi mereka. Sekali lagi, hasil imbang dalam pertandingan ini membuktikan kalau tim ini benar-benar punya masalah menyeluruh yang harus mereka selesaikan dengan benar. Pertandingan ini membuktikan kalau tim ini seolah tidak bisa punya kendali dalam 10 menit terakhir. Tim tuan rumah terpaksa harus bermain dengan hanya 9 orang pemain usai wasit dalam pertandingan ini mengeluarkan keputusan kontroversial yang merugikan mereka.
Sanksi Untuk Dua Pemain
Menurut pengamatan yang dilakukan beberapa sumber, Jack Grealish dan Kane memang belum bisa bertanding dalam kesempatan ini. Kedua pemain ini belum bisa tampil karena sedang menjalani larangan bertanding, sanksi yang mereka dapatkan di beberapa waktu yang lalu.
Keane harus mau tidak mau menjalani sanksi ini setelah wasit memberikannya hukuman kartu merah di menit ke-83. Sanksi ini merupakan hadiah dari wasit akibat dari tindakannya yang dianggap berbahaya, menurut anggapan dari wasit Junior dalam pertandingan mereka melawan Wolves. Sanksi ini diberikan setelah pemain ini didakwa menarik rambut dari striker asal Wolves, Tolu Arokodare. Wasit kemudian sempat meninjau rekaman pertandingan VAR. Dalam rekaman ini, memang jelas terlihat pelanggaran yang dilakukan bek ini. Sanksi menjadi tegas diberikan, berakibat kepada pemain ini harus keluar lebih awal dari pertandingan. Tak hanya kartu merah dalam pertandingan, tapi pemain ini sekarang harus tidak boleh bermain selama 3 pertandingan, seperti yang diatur oleh kebijakan regulator.
Malam itu berubah dari malam yang buruk menjadi mimpi buruk mereka. Mimpi buruk harus dialami Toffees ketika Jack Grealish menjadi pemain berikutnya yang harus berhadapan dengan sanksi tegas dari wasit. Akibat reaksi sarkas yang diucapkannya kepada ofisial pertandingan, wasit akhirnya memberikan sanksi kartu kuning kepadanya. Akibat dari sanksi ini, pemain gelandang yang berstatus pinjaman ini akan tidak bisa bertanding untuk 1 kesempatan. Meski lebih sedikit, tapi Everton akan sangat terdampak karena jumlah pemain mereka yang akan berkurang. Padahal sebelumnya masalah ini sudah cukup pelik karena sudah ada beberapa pemain yang cedera sampai yang harus kembali ke negara masing-masing untuk bertarung di kompetisi internasional.
Kehilangan dua orang pemain seperti Grealish dan Keane memberika pukulan yang sangat serius bagi Moyes. Padahal pelatih ini sedang berhadapan dengan jadwal pertandingan yang ketat sampai lawan-lawan berat yang harus mereka hadapi. Jumlah pemain inti yang cukup banyak yang harus absen membuat pelatih ini harus memutar otak lebih keras dari biasanya untuk bisa menghindarkan mereka dari nasib buruk.
Everton untuk sekarang memang harus berjuang lebih keras. Mereka harus bisa mempertahankan pertandingan optimal tanpa kehadiran ilmiman Ndiaye dan Idrissa Gueye. Dua pemain ini untuk sementara tidak bisa bersama mereka karena terlibat di timnas masing-masing dalma gelaran AFCON. Sementara bek yang selama ini jadi andalan David Moyes, Jarrad Branthwaite, belum akan bisa bermain untuk sementara. Cedera yang dialaminya membuat pemain ini harus rehat penuh agar bisa terhindar dari cedera yang lebih serius.
Kondisi ini tak hanya kurang ideal bagi Everton, tapi juga menempatkan mereka dalam kondisi yang sangat berbahaya. Jumlah pemain yang sangat sedikit membuat mereka mau tidak mau harus beralih ke langkah cadangan. David Moyes kemudian memilih untuk memanggil pemain mereka yang masih berusia 18 tahun. Harrison Armstrong dipanggil dari tugas sementaranya di Preston North End. Panggilan ini sekaligus menempatkannya di pos gelandang, yang dianggap paling rentan dari serangan. Belum diketahui apakah akan ada langkah lebih lanjut yang akan mereka lakukan untuk mengatasi masalah ini, misalnya dengan terjun di bursa transfer.

