Di mata penggemarnya, posisi Arsenal sekarang sudah cukup baik dan aman untuk mengakhiri musim. Perjuangan panjang yang mereka lakukan dari awal musim sudah mulai berbuah. Tim ini berhasil mematenkan posisi mereka di peringkat puncak klasemen Liga Primer. Posisi mereka di Liga Champions juga tidak banyak berbeda. Banyak orang kemudian memfavoritkan mereka untuk bisa mengulangi keberhasilan Manchester City yang sukses mendapatkan trebel juara beberapa waktu yang lalu. Tapi situasi ini tak lantas membuat Mikel Arteta merasa di atas awan. Sebaliknya, dia tetap memutuskan untuk terjun langsung ke bursa untuk mendapatkan tambahan tenaga baru. Bukan sekadar untuk menambah jumlah pemain, tapi pemain baru diharapkannya bisa mengatasi masalah permainan mereka yang mulai rentan di beberapa titik. Untuk mengatasi masalah ini, pemain asal Newcastle United, Tino Livramento, dia harapkan bisa menyumbangkan pengalamannya dengan bergabung bersama mereka.
Harapan Arsenal dengan Tino Livramento
Arsenal sedang berjuang untuk bisa kembali menambah wajah baru dalam skuad merkea. Tim yang sedang menikmati posisi mereka di puncak EPL ini sedang berusaha untuk menjadi tim dengan kemampuan bertahan yang lebih baik. Untuk mencapai status ini, mereka sedang mengincar pemain dengan kemampuan bek penuh, terutama dengan pengalaman bertanding di Liga Primer. Profil ini secara spesifik mereka cari untuk menekan serendah mungkin waktu adaptasi yang diperlukan bagi pemain baru ini. Harapannya, mereka bisa langsung menerjunkannya sebagai bala bantuan tak lama setelah datang.
Arsenal sebenarnya sampai sekarang masih punya beberapa pemain yang dapat ditugaskan untuk bagian ini. Ada Ben White dan Jurrien Timber yang dapat bertugas di pos bek kanan. Mikel Arteta juga bisa menempatkan Riccardo Calafiori, Myles Lewis-Skelly sampai Piero Hincapie yang statusnya pinjaman sebagai bek kiri. Tiga pemain terakhir ini sebenarnya lebih mudah untuk bertugas sebagai gelandang. Tapi jika diperlukan, mereka juga bisa bertugas di bagian bek kiri.
Perjuangan Lewis-Skelly
Setelah sempat tampil mentereng pada musim 2024/25 silam, Lewis Skelly terlihat justru harus berjuang lebih keras untuk musim ini. Untuk mencapai level yang sama dari performanya di musim lalu, pemain ini butuh waktu dan usaha lebih lama dan besar. Kesulitan ini langsung memantik spekulasi kalau pemain ini bisa saja akan dikurangi porsinya dalam permainan Arsenal. Sebagai dampaknya, Mikel Arteta tidak akan mau bermain dengan risiko dan akan mengutamakan untuk mencari pemain baru.
The Gunners untungnya sudah punya rencana. Sudah ada satu nama yang akan mereka incar untuk mengatasi masalah ini. Nama Tino Livramento dari Newcastle United menjadi pemain yang dipercaya Mikel Arteta untuk bisa membantu mereka melalui masa-masa sulit ini. Tapi Arsenal harus paham. Mereka tidak akan sendiri dalam proses rekrutmen ini. Pep Guardiola siap untuk menghalau langkah mereka dan memutar arah pemain ini untuk memilih bergabung dengan mereka.
Arsenal Ikuti Perkembangan Tino Livramento
Menurut informasi terbaru dari beberapa sumber, The Gunners saat ini sedang mengamati dengan seksama pemain bek penuh asal Newcastle United, Tino Livramento. Pemain berusia 23 tahun ini sedang berada pada titik persimpangan yang mempertemukan dirinya dengan Manchester City dan Aersenal. Dua tim yang saling menjadi rival berat untuk satu sama lain ini ternyata punya anggapan yang sama tentang pemain dari Newcastle Untied ini.
Pelatih dari tim yang mereka lirik, Eddie Howe, memandang pemain bek ini sebagia salah satu aset terbaiknya. Status ini akan berdampak besar dalam proses negosiasi. Newcastle United tidak akan mau begitu saja melepaskan pemain ini. Dengan peran besar yang diberikannya bagi mereka, Newcastle United akan langsung menutup pintu diskusi jika mereka tidak bisa mendapatkan lebih dari 60 juta poundsterling dari tim yang berminat.
Dalam sebuah kesempatan, Tino Livramento sempat mengatakan kalau saat ini belum ada pembicaraan dengan pihak Eddie Howe tentang kontrak baru. Hal ini cukup bertentangan dengan pendirian Newcastle United tadi. Masa depannya di tim ini langsung menjadi bahan perbincangan. Tapi pengamat juga memberi pesan kalau sebenarnya pemain bek ini tidak akan terlalu rumit tentang klausul kontrak baru. Tidak ada permintaan khusus yang diajukannya, di luar dari kemungkinan gaji dan insentif yang lebih baik. Jika benar, Newcastle tidak akan terlalu kesulitan untuk mengikatnya agar bisa bertahan lebih lama. Dengan hanya 2 tahun yang tersisa sebelum kontraknya berakhir di penghujung musim., tim ini mungkin akan terpaksa harus memeriksa kembali pendirian mereka tentang pemain ini jika benar ada penawaran signifikan yang masuk.
Daya tarik dari Tino Livramento terletak pada kemampuannya yang bisa bermain dengan lincah dan taktis. Pemian kelahiran INggris ini juga mampu bermain dengan nyaman ketika ditempatkan di bagian kiri atau kanan barisan belakang. Sejak bergabung dengan Newcastle United pada 2023 yang lalu dengan transfer 30 juta poundsterling, mantan pemain Southampton ini telah mengumpulkan tambahan pengalaman dari 74 pertandingan di Liga Primer saja. Jumlah pertandingan ini tak hanya mencerminkan rasa percaya besar yang diserahkan Eddie Howe kepadanya, tapi juga bukti jelas tentang kemampuan dan pengalaman yang dimiliki pemain ini.
Kemampuan pemain ini untuk membalik serangan lawan atau memberikan tambahan ruang gerak yang lebih luas akan memberikan opsi permainan taktis yang lebih baik bagi Mikel Arteta. Mereka juga pasti akan bisa mendapatkan manfaat dari pengalaman yang sudah dikumpulkannya dari pertandingan elite.
Tapi yang jelas, semua ini akan bergantung pada jenis dan jumlah penawaran yang mereka lakukan. Lawan mereka kali ini adalah Manchester City, tim yang sudah dikenal luas memiliki dukungan keuangan masif. Arsenal mungkin harus memutar otak untuk memberi penawaran di luar keuntungan finansial bagi pemain ini. Ini akan menjadi daya tawar utama mereka karena jika harus memilih, Tino Livramento tidak akan terlalu terpengaruh jika harus bergabung dengan Arsenal atau Manchester City. Bisa saja dia memilih untuk bergabung dengan Arsenal. Tim ini mampu menunjukkan permainan mereka yang konsisten di musim ini, meski keuangan mereka tak sekuat Manchester City. Sementara rivalnya memiliki dukungan keuangan yang sangat masif. Hanya saja untuk musim ini, konsistensi permainan masih belum berhasil dicapai Guardiola dan para pemainnya. Justru mulai ada tekanan kepada jajaran elite Manchester City untuk mempertimbangkan membiarkan kontrak pelatih Catalan ini berakhir secara alami. Artinya, tidak ada perpanjangan kontrak yang akan diberikan.

