Crystal Palace Cari Pengganti Oliver Glasner

Crystal Palace sedang dalam misi penting. Setelah melakukan evaluasi dari hasil satu musim yang mereka dapatkan, tim ini akhirnya memilih untuk mengikuti jejak tim-tim yang lain. Oliver Glasner mereka berhentikan dari kursi pelatih. Meski mirip, langkah ini sedikit berbeda dengan tim-tim lain. Mereka mengambil langkah ini ketika memang hanya ada waktu beberapa saat lagi sebelum musim berakhir. Langkah ini dinilai jauh lebih aman daripada harus menggantungkan beberapa pertandingan lagi yang sebenarnya bisa dioptimalkan untuk mendapatkan hasil. Sekarang setelah keputusan ini diambil, mereka sedang berusaha untuk menemukan pelatih yang tepat. Ada beberapa kandidat yang mereka pertimbangkan, selain fakta kalau mereka juga sudah menyiapkan cetak biru perkembangan tim ini untuk masa mendatang.

Crystal Palace Cari Pelatih Baru

Crystal Palace sedang dalam pencarian untuk bisa menemukan pelatih baru. Nama baru mereka perlukan setelah tim ini mengambil keputusan dengan memberhentikan pelatih yang lama, Oliver Glasner. Ada beberapa nama yang muncul sebagai kandidat untuk tugas penting ini. Tapi nama mantan pelatih Eintracht Frankfurt, Dino Toppmoller, muncul sebagai kandidat yang paling ramai dibicarakan.

Di awla tahun ini, mantan pelatih mereka mengonfirmasi kalau dia tidak akan memperpanjang kontraknya. Dia memastikan langkah bersama mereka akan berhenti ketika musim selesai. Keputusan ini menjadi akhri dari perjalanan mereka bersama selama kurang lebih 2 tahun. Pertama kali dia datang ke mereka sebagai pelatih adalah pada bulan Februari 2024 yang lewat. Pelatih yang lahir di Austria ini menjalani pertandingan terakhirnya bersama mereka di hari Rabu yang lewat. Dia memimpin pemain tim elang untuk melawan Rayo Vallecano. Gol tunggal yang mereka cetak ke gawang lawannya di pertandingan ini berhasil membuat mereka menang untuk pertama kalinya di Eropa. Ketika pertandingan berakhir, wasit memastikan mereka berhak untuk mengangkat trofi Liga Konferensi,

Prestasi Oliver Glasner

Kemenangan ini sebenarnya kado yang indah untuk Crystal Palace. Menang sebagai juara di Leipzig memastikan tim ini sudah memenangkan 3 trofi dalam 2 tahun selama mereka bekerjasama dengan Oliver Glasner. Sejak pertama bergabung dengan mereka, tim ini memang sudah berkembang dengan sangat pesat. Oliver Glasner adalah orang yang mengantarkan mereka untuk menang kejuaraan utama untuk pertama kalinya kurang lebih setahun yang lalu. Waktu itu, mereka berhasil memastikan dominasi di Piala FA setelah menggulung Manchester City di partai final. Kemudian di musim sekarang, tepatnya di awal musim, mereka berhasil kembali menambah prestasi dengan menjuarai Community Shield.

Jelas dengan prestasi seperti ini tidak akan mudah bagi mereka untuk bisa menemukan pengganti yang tepat. Oliver Glasner adalah pelatih yang paling berhasil dalam sepanjang sejarah tim ini. Memang ada beberapa nama besar yang masuk spekulasi transfer calon pelatih, termasuk Andoni Iraola dari Bournemouth. Tapi penggemar mereka termasuk pengamat mewanti-wanti kalau tugas ini tidak akan berjalan dengan mudah. Belakangan ada banyak tim yang memilih untuk memecat pelatih mereka. Kondisi yang terjadi dalam waktu yang kurang lebih bersamaan ini akan membuat tugas mereka semakin sulit. Kalau juga mereka bisa mendapatkan kandidat yang tepat, tidak mustahil target yang mereka incar juga dilirik oleh tim lain.

Crystal Palace Buka Pembicaraan dengan Dino Toppmoller

Menurut pandangan dari beberapa pengamat, selain Andoni Iraola, ada nama lain yang juga muncul sebagai kandidat pelatih baru di Crystal Palace. Nama mantan pelatih Eintracht Frankfurt, Dino Toppmoller,  muncul sebagai salah satu kandidat unggul untuk menggantikan peran Glasner di Selhurst Park.

Spekulasi yang berhembus sampai titik ini juga mengindikasikan kalau sudah ada pembicaraan yang berlangsung antara Crystal Palace dengan pelaith asal Jerman ini. Pembicaraan berlangsung dengan relatif tanpa kendala. Statusnya yang sudah tanpa klub sejak dipecat Frankfurt di bulan Januari yang lewat membuat tidak ada pihak lain yang harus diajak bicara oleh tim Elang untuk bisa memuluskan rencana merkea.

Perkembangan yang terjadi baru–baru ini di Selhurst Park memberikan petunjuk tentang hal mirip yang pernah terjadi di masa lalu. Oliver Glasner juga dulu sempat tidak terikat dengan tim apapun ketika ditunjuk sebagai pelatih mereka. Seperti yang terjadi dengan sekarang, sebelum bergabung dengan mereka, dia juga bertugas pelatih di Frankfurt sampai terakhir di penghujung musim 2022/23.

Penggantinya adalah calon pelatih yang sedang mereka incar sekarang. Toppmoller mengantikan pelatih berdarah Austria tadi di Frankfurt. Pengulangan pola yang sama seperti ini membuat muncul pertanyaan. Banyak orang bertanya-tanya apakah pelatih berusia 45 tahun ini benar-benar bisa menghadirkan perubahan dalam skala signifikan seperti yang dilakukan oleh pelatih lama.

Seperti yang disampaikan di awal, Toppmoller menggantikan peran Glasner sebagai pelatih di Eintracht Frankfurt. Pelatih kelahiran Austria ini disana meninggalkan cukup banyak rekam jejak positif yang sangat berharga untuk penerusnya. Dia memandu tim asal Jerman ini untuk menjuara turnamen tingkat benua mereka untuk kedua kalinya di musim 2021/22. Waktu itu, mereka dinyatakan sebagai juara Liga Eropa.

Tanpa pernah menambahkan trofi apapun ke rak penghargaan merkea selama periode 2,5 tahun yang dijalaninya di Deutsche Bank Park, Toppmoller tetap dipandang sebagai pelatih berprestasi. Dia meninggalkan warisan sendiri di sejarah tim ini. Dia mengomandoi mereka sampai menjadi juara ketiga di Bundesliga pada musim 2024/25. Pencapaian ini menjadi yang terbaik mereka sejak terakhir kali terjadi di 1992/93 yang lewat. Dari sini mereka kemudian mengamankan akses untuk bertarung di Liga Champions.

Pelatih yang sudah berusia 45 tahun ini rupanya juga dilirik oleh beberpaa tim lain. Setidaknya ada FC Koln, Wolfsburg, Al Ittihad, sampai Napoli yang menaruh perhatian pada pengalamannya di Jerman. Perhatian ini dapat dijadikan bukti kalau pealtih ini memang memiliki kemampuan teknis dan meracik strategi yang handal, bahkan ketika dia sempat cuti setelah berhenti dari tugasnya.

Hanya saja seperti yang sudah-sudah, tingkat kompetisi di Liga Inggris sama sekali berbeda dengan Bundesliga. Seorang pelatih dengan kaliber seperti dirinay sekalipun masih harus berjuang dari awal untuk bisa menunjukkan kemampuannya di kompetisi ini. Ini artinya pengalaman dan dampak yang dia tunjukkan di Selhurst Park mungkin tidak akan bisa memberikan dampak langsung bagi Crystal Palace. Tapi dengan kesabaran dan waktu, dia bisa membantu emreka untuk membangun fondasi yang lebih kuat dari yang sudah dilakukan oleh Oliver Glasner.