PR Tottenham Hotspur untuk Mencari Pelatih Baru

Tottenham Hotspur mengambil langkah berani dengan memberhentikan Thomas Frank dari kursi pelatih. Keputusan klub ini disambut antusias penggemar. Suara mereka akhirnya mendapat tanggapan dari tim setelah sempat dianggap sebagai angin lalu. Penggemar sudah dari lama berharap untuk perubahan besar dilakukan di tim ini. Kegagalan Frank untuk memberikan hasil baik terjadi di tengah kebangkitan beberapa tim dari Eropa seperti Manchester United sampai Chelsea. Frustasi dengan kondisi yang mereka hadapi, penggemar Spurs menyuarakan keinginan mereka untuk mendapat pelatih baru dengan harapan bisa mendapat hasil lebih baik. Tapi sekarang menemukan pelatih baru yang tepat rupanya tidak semudah sekadar hanya mengikuti tren. Mencari pelatih yang tepat akan menjadi kunci bagi perjalanan mereka berikutnya.

Tottenham Hotspur di Titik Kritis

Tottenham Hotspur sekali lagi berada di titik kritis dalam perjalanan mereka. Tim ini sudah lama berada dalam tekanan besar dari penggemar mereka untuk melakukan perubahan besar-besaran. Tapi mereka yang berasal dari jajaran atas sempat mengabaikannya untuk waktu yang lama. Setelah bersuara nyaring selama beberapa bulan, akhirnya permintaan fans untuk melakukan pergantian di kursi pengatur strategi dikabulkan. Spurs akhirnya mengucap salam perpisahan dengan Thomas Frank. Tapi sekarang mereka dihadapkan pada hal yang paling krusial. Menjelang pertandingan mereka berikutnya melawan Arsenal di minggu depan, tim ini harus menentuka strategi yang akan mereka gunakan. Strategi akan menjadi kunci kemenangan asalkan datang dari orang yang tepat. Disini mereka membutuhkan sosok pelatih yang bisa membantu tim ini untuk mengarungi lautan kompetisi yang penuh badai.

Beberapa kandidat langsung bermunculan segera setelah mereka memecat Thomas Frank dari peran pentingnya. Dari beberapa kandidat yang muncul, sepertinya mereka paling mungkin akan menunjuk Igor Tudor untuk mengisi jabatan sebagai pelatih interim. Posisi tim mungkin tidak akan berubah sampai akhir musim ini. Tapi ini tidak berarti kalau Spurs akan otomatis langsung mengakhiri pencarian mereka untuk mendapatkan pelatih baru. Justru mereka sekarang sedang berada di titik kritis untuk menemukan pria yang tepat untuk bisa mengarahkan tim ini mengarungi badai kompetisi yang sangat sengit.

Pencarian Tottenham Hotspur untuk Pelatih Baru

Menurut informasi yang kami terima sejauh ini, pria yang diincar oleh Tottenham Hotspur ini sudah setuju untuk menjalankan tugas sementara disana. Pengalamannya ketika menjadi pelatih di Marseille dan Juventus jadi modal utam auntuk menjalankan tugas penting ini. Belum diketahui pasti perjanjian yang mereka sepakati. Tapi kalau bicara tentang tugas seorang pelatih interim, biasanya tugas ini hanya berlaku untuk sementara, paling lama sampai akhir musim.

Pria yang sudah menginjak angka usia 47 tahun ini terakhir kali bertugas sebagai pelatih di bulan Oktober 2025 yang lalu. Tugas ini terpaksa harus dia tingglakan setelah Juventus memilih untuk berpisah. Kerjasama mereka terputus setelah dia gagal memberikan kemenangan bagi mereka dalam 8 pertandingan.

Untuk Tottenham Hotspur, mereka awalnya berencana untuk bisa mendapatkan pelatih interim paling lambat sebelum pemain-pemain kembali untuk terlibat dalam sesi latihan di hari Senin pagi waktu setempat. Momen penunjukan ini sangat penting untuk bisa memberi jaminan untuk stabilitas tim. Kehadiran pelatih, paling tidak untuk sementara akan menjadi fondasi penting untuk tim ini di saat mereka sedang berusaha untuk menjalani musim kompetisi yang sangat sengit.

Siapa yang Paling Cocok?

Kalau memang Tottenham Hotspur serius untuk membicarakan masa depan mereka dalam jangka panjang, tim ini harus mempertimbangkan semua faktor yang bisa terjadi dengan seirus. Mereka harus bisa melihat pelatih dengan kemampuan dan visi misi jangka panjang yang tepat untuk membina tim ini. Mereka harus bisa menemukan pelatih yang bisa memenuhi semua kriteria tim. Yang paling penting, tim ini harus membuka diri dengan semua kemungkinan yang bisa terjadi. Seperti yang terjadi dengan Manchester United, mereka harus membuka diri kalau seandainya pria yang mereka tunjuk sebagai pelatih sementara justru nanti bisa bersinar lebih jauh dan terang dari yang awalnay mereka harapkan. Periode 3,5 bulan yang mereka berikan akan menjadi waktu penuh ujian bagi sang pelatih interim. Tapi ini juga bisa menjadi momen pembuktian bagi sosok yang sama.

Memang ada beberapa nama yang layak dan bisa mereka pertimbangkan dengan serius untuk tugas ini. Oliver Glasner yang akan segera menyelesaikan tugasnya bisa jadi pertimbangan yang menarik. Demikian juga mantan pelatih Brighton & Hove Albion, Roberto de Zerbi.

Tugas yang dijalani Glasner di Crystal Palace memang sangat mengesankan. Dia berhasil memandu tim ini untuk memenangkan trofi kejuaraan pertama mereka dengan mengakhiri Piala FA musim laluebagai pemenang. Dia juga sukses menerapkan identitas yang jela dengan menggunakan sistem 3-4-2-1 yang menawarkfan keamanan bertahan tanpa mengorbankan serangan mereka. Model bermain seperti ini mampu diterapkannya dengan efektif di Liga Primer Inggris.

Sebagai gambaran untuk dibandingkan, Tudor tiba dengan pengalaman minim untuk bertarung di LIga Primer Inggris. Ada banyak orang yang mempertanyakan kemampuannya setelah masa tugasnya berakhir dengan pahit di Turin. SEmentara de Zerbi akan meminta semua orang yang terlibat dengannya untuk sabar dan waktu untuk bisa menerapkan idenya untuk tim ini, permintaan yang mungkin bisa terlalu sulit untuk dipenuhi oleh Tottenham Hotspur setidaknya sampai sekarang.

Glasner akan sama sekali berbeda. Dia dikenal sebagai pelatih yang mampu beradaptasi dengan baik. Dia memiliki disiplin taktis dan jelas ketika membuat permintaan. Tim-tim yang diasuhnya bisa memenangkan pertandingan melawan tim-tim papan atas Liga Primer Inggris. Ada banyak pertandingan bersama Palace ketika mereka bisa mengalahkan bahkan tim sekuat Manchester City dalam partai final Piala FA.

Cara latihannya sukses mengembangkan Crystal Palace sebagia tim yang terorganisasi, peran pemain yang jelas, dan kemampuan pemain yang berkembang dalam sistem yang dibangun. Di Spurs, dia nanti akan mewarisi skuad yang sudah terbiasa dengan format 3 orang pemain bek, format yang digunakan mantan pelatih mereka, Postecoglou.

Dampak dari strategi pelatih berusia 51 tahun ini di Selhurst Park telah membuatnya mendapat pujian dari banyak penggemar sampai pengamat. Banyak yang memuji Glasner sebagia sosok luar biasa dan tugas yang diselesaikannya disana telah mencapai tahap tak terbayangkan. Dukungan semacam ini akan membuat Spurs mengambil tindakan hati-hati di musim panas nanti. Tudor mungkin saja bisa mengarahkan tim ini untuk bermain dengn stabil dalam jangka pendek. Sementara pelatih asal Asutria ini bisa meanwarkan pengalaman dan arah yang jelas di Liga Primer Inggris yang tidak banyak bisa dilakukan pelatih lain. Kalau saja Tottenham Hotspur ingin berkembang, maka Glasner adalah pelatih yang mereka butuhkan, bukan Tudor, dan pastinya bukan Roberto de Zerbi.