Di Balik Gagalnya Kembali Pep Guardiola di Man City

Pep Guardiola adalah sosok pelatih dengan reputasi yang sudah terbangun dengan solid. Banyak orang yang menyandingkan namanya sebagai pelatih terbaik yang dimiliki dunia sepakbola modern sekarang. Menggunakan pengalaman yang didapatkannya dari puluhan tahun mengabdi di olahraga ini, pelatih Manchester City ini menjadi sosok yang diincar oleh banyak tim ketika mereka berharap untuk bisa menjadi sekuat dan seberhasil Manchester City. Tapi rupanya sosok pelatih Cityzens ini tidak bisa melepaskan diri selamanya dari kekalahan. Sudah ada beberapa kali Manchester City gagal mendapatkan kemenangan. Mereka semakin sering terjebak antara hasil kalah dan imbang, membuat banyak orang bertanya-tanya tentang kemampuan dan strategi dari si pelatih Manchester City.

Langkah Pep Guardiola Kembali Harus Tertahan

Manchester City kembali harus berhadapan dengan hasil yang tidak mereka harapkan. Langkah skuad Cityzens harus kembali tertahan ketika mereka bertanding melawan Brighton & Hove Albion. Pertandingan yang mempertemukan dua tim dari kasta elite Eropa ini tak memberikan tambahan poin penuh kepada masing-masing yang bertanding. Mengambil tempat di kandang Cityzens, penggemar Manchester City tak bisa berkata banyak ketika tim yang mereka banggakan hanya berhasil menahan imbang lawan mereka. Rasa kecewa mereka semakin besar karena dalam pertandingan ini hanya ada 2 gol yang tercipta, masing-masing 1 dari kedua sisi. Kemampuan Manchester City langsung menjadi pertanyaan karena dua hal penting ini, seolah menjadi antiklimaks dari pencapaian mereka di musim lalu.

Gol tunggal yang berasal dari sisi Manchester City kembali datang dari serangan yang disusun secara rapi oleh Erling Haaland. Gol pada pertandingan ini sekaligus menjadi gol ke-150 yang dicetakndya bagi Manchester City. Gol ini dicetaknya langsung dari titik penalti hanya 4 menit sebelum wasit menyatakan babak pertama telah berakhir.

Serangan Balik dari Lawan

Meski demikian, mereka tidak bisa berbuat banyak. Manchester City tidak bisa merasa bangga setelah lahirnya gol ini. Brighton & Hove Albion langsung melakukan serangan balik. Kaoru Mitoma langsung mencetak gol penyeimbang bagi Camar ketika pertandingan sudah berjalan selama 1 jam. Serangannya langsung melesat cepat dan tajam ke pojok gawang Manchester City. Penggemar Cityzens semakin kecewa karena mereka harus melihat sendiri tim ini sempat mendapat beberapa kesempatan untuk melakukan serangan balik. Ada beberapa momen yang harusnya bisa mereka konversi menjadi gol. Tapi sayangnya, sampai pertandingan berakhir, tidak ada perubahan yang terjadi dalam jumlah gol dari sisi mereka.

Pertandingan ini tidak hanya tentang hasil seri. Pertandingan ini juga tidak hanya tentang rasa kecewa dari penggemar karena jumlah gol mereka yang semakin minim dari hari ke hari. Tapi pertandingan ini juga menimbulkan pertanyaan penting tentang kemampuan mereka Pep Guardiola. Rumor ini semakin berhembus kencang tentang kemampuan pelatih asal Catalan ini yang dianggap tak lagi seprima dulu. Beberapa orang bahkan mulai menyuarakan permintaan untuk tidak memperpanjang kontrak pelatih ini. Memang kontrak pelatih asal Catalan ini diketahui akan berakhir di musim ini. Sampai sekarang, belum ada tindak lanjut dari direksi untuk mengajukan kontrak baru kepada pelatih mereka.

Harapan Pep Guardiola Berikutnya

Pep Guardiola mengakhiri tahun 2025 bersama skuadnya dengan hasil yang jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya. Tim ini hanya sukses mengumpulkan 8 kali kemenangan beruntun yang tersebar di semua kompetisi yang mereka ikuti. Tapi mereka masih belum bisa memberikan awal yang baik ketika tahun baru dimulai. Tim ini hanya berhasil mempersembahkan hasil imbang dalam 3 pertandingan perdana mereka di EPL. Dalam seluruh sejarah perjalanan pelatih ini, hanya di bulan April 2017 dan Desember 2023 ketika mereka pernah mencapai hasil yang sama secara beruntun.

Enam poin lain yang seharusnya bisa merkea dapatkan dari tiga pertandingan ini bisa jadi terbukti menjadi kehilangan bagi semua penggemar dan pemain Cityzens. Dengan jumlah poin yang mereka dapatkan sekarang, tim ini harus terpukul dengan hanya menempati peringkat 2 persis di bawah Arsenal. Perbedaan jumlah poin di antara dua tim rival ini mencapai 5 poin. Di saat Manchester City sedang berjuang dengan penampilan mereka, The Gunners bisa meningkatkan selisih poin ini menjadi 6 poin dan tetap berada di puncak. Semuanya bisa mereka raih jika berhasil mengalahkan Liveprool dalam pertandingan di Stadion Emirates yang akan berlangsung di hari Kamis malam yang akan datang.

Dengan masih ada 17 pertandingan yang harus mereka selesaikan, menarik untuk dicatat kalau masih ada ruang yang cukup untuk terjadi perubahan sebelum musim ini benar-benar usai. Tpai Arsenal sampai sekarang masih yang paling diuinggulkan untuk menyelesaikan pertandingan ini sebagia juara. City sekarnag harus bergantung pada kemungkinan skuad Mikel Arteta untuk berbuat kesalahan fatal selama proses ini seandainya mereka ingin melakukan kudeta dan merebut tahta juara dari rival beratnya ini.

Dengan cedera pemain yang terus bertambah dan permainan mereka yang merosot, Manchester City harus menemukan cara untuk bisa kembali bangkit dan menemukan kembali kemampuan serang mereka semematikan yang dulu. Di saat kebutuhan ini menjadi jelas, statistik permainan mereka justru menunjukkan fakta sebaliknya. Tim ini hanya mendapat kesempatan 20 kali untuk melakukan serangan saat melawan Brighton. Tapi hanya ada 4 serangan yang benar-benar akurat mengarah ke gawang lawan mereka. Perasaan frustai yang jelas terlihat dari penggemar mereka yang langsung menyaksikan pertandingan ini.

Manchester City sekarang harus berjuaang maksimal di tengah keterbatasan pemain. Tim ini harus terus melangkah tanpa 8 orang pemain yang tadinya menghuni tim utama mereka saat melawan Brighton. Dari 8 orang ini, 6 pemain harus absen karena mengalami cedera. Josko Gvardil dan Ruben Dias terpaksa ditarik keluar saat mereka menaham imbang Chelsea dengan skor 1-1 pad akahir minggu lalu. Josko Gvardiola berisiko harus absen sampai musim berakhir karena mengalami cedera retak tulang tibia. Sementara rekannya yang satunya harus absen sampai sekitar 6 minggu yang akan datang karena mengalami cedera di bagian otot hamstring.

Dua pemain lain, John Stones yang mengalami cedera paha dan Mateo Kovacic yang mengalami cedera tumit juga harus absen untuk jangka lama. Sementara oscar Bobb yang lama dirumorkan akan meninggalkan mereka di bulan Januari telah absen dalam 5 pertandingan terakhir mereka akibat mengalami cedera di bagian paha. Savinho juga menjadi pemain lain yang harus absen dalam pertandingan ini. Pep Guardiola mengunkap setelah pertandingan kalau gelandang asal Brasil ini mungkin harus absen selama 1,5 bulan ke depan karena mengalami cedera. Memang belum ada informasi lanjutan tentang cedera ini, tapi pelatih Manchester CIty ini beranggapan kalau pemain ini bisa jadi baru akanb isa membela mereka setelah musim baru dimulai.

Masalah Manchester CIty masih belum dimulai. Mereka masih harus mengamati perkembangan kondisi Rodri, yang baru saja pulih setelah sempat absen untuk waktu lama karena kendala di bagian hamstring. Sementara Nathan Ake masih harus dipastikan sudah benar-benar siap bermain. Pemain yang lain, Nico O’Reilly, juga mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah cuklup lama bermain.